Direktur Olahraga Barca Tidak Mau Menyerah Untuk Bisa Datangkan Kembali Neymar

Apriliacalcio.com – Kegagalan Barcelona untuk bisa merekrut Neymar pada musim 2019-2010 dipastikan gagal total. Sebab mereka tidak mampu untuk menyakini PSG untuk melepas sang bintang hinggat bursa trasfer resmi ditutup. Neymar pun bertahan di Parc De Princes musim ini. Akan tetapi nampaknya Barcelona tidak memiliki niat untuk mundur dalam mendapatkan Neymar pada musim depan. Petinggi Barcelona yang berperan sebagai juru transfer yaitu Javier Bordas mengungkapkan jika saat ini timnya masih begitu berupaya untuk mendatangkan Neymar.

Neymar sendiri sudah sangat dekat untuk keluar dari pintu keluar PSG, ia sudah tidak betah bermain di Prancis. Sebab PSG justru membuat kariernya semakin tidak berkembang hingga pada akhirnya ia pun gerah untuk bermain lagi pada musim ini dengan PSG. Neymar pun langsung melakukan mogok latihan untuk bergabung dengan skuat PSG. Ia bahkan tidak terlihat ikut tur Pra Musim PSG musim ini.

Penyerang berusia 28 tahun itu juga sudah meminta agennya untuk meminta PSG memasukan namanya ke dalam daftar jual klub. Dan mencoba bernegosiasi dengan eks klubnya Barcelona untuk kembali mendatangkannya. Barcelona sendiri sangat tertarik untuk memulangkan Neymar, mereka merasa kepergian pemain timnas Brasil itu dua musim lalu membuat lini serang skuat Ernesto Varverde menjadi kurang tajam. Mereka sangat tergantung dengan sosok Lionel Messi dan juga Luis Suarez untuk membobol gawang lawan.

Barca sendiri sudah mencoba bernegosiasi dengan petinggi PSG untuk bisa membuat mereka melepas Neymar. Tidak tanggung-tanggung Barca bahkan memasukan beberapa pemain utama mereka untuk dijadikan alat tukar kedatangan Neymar. Mulai Coutinho, Ivan Rakitic, Ousmane Dembele hingga Nelson Samedo. Namun upaya PSG masih sama mereka masih belum tertarik dengan penawaran yang diajukan oleh pihak Barcelona.

Nah, hingga pada akhirnya transfer Neymar gagal dan jendela transfer telah resmi ditutup. Dan Neymar pun akhirnya bertahan di PSG musim ini. Sementara manajemen Barcelona mengatakan jika mereka masih belum menyerah untuk mendatangkan Neymar, hal itu disampaikan oleh Javier Bordas.

”Neymar sudah menyatakan jika dirinya benar-benar tidak bahagia berada disana (PSG). Jadi kami masih memiliki target yang sama untuk mencoba mendatangkannya kembali. Dan Neymar memang ingin kembali bergabung dengan kami. Dia adalah pemain fanstastis jadi kami akan mencoba sekuat tenaga kami untuk mendatakannya musim depan.” ujar Javier Bordas.

Barcelona Dapat Waktu Hingga Musim Depan Untuk Tebus Neymar

Apriliacalcio.com – PSG dilaporkan sudah ikhlas untuk kehilangan Neymar pada bursa transfer Januari 2020 nanti. Niatan PSG untuk melepas Neymar karena merasa sang pemain sudah tidak berkomitmen penuh untuk membela klub asal Prancis.

Sudah bukan hal yang umum lagi jika Neymar memang sudah begitu ingin meninggalkan PSG pada awal musim ini.Dia bahkan sudah mengatakan niatnya untuk meninggalkan klub karena merasa dia tidak mengalami peningkatan karier di Prancis.

Barcelona menjadi tim yang begitu serius mendekati jasa Neymar. Mereka kabarnya berulang kali memberikan penawaran kepada pihak PSG untuk melakukan penukaran pemain guna bisa mendapatkan Neymar pada musim ini. Tetap sayangnya semua tawaran yang diberikan Barca tidak ada yang digubris oleh Less Parsiens.

PSG sendiri meminta klub yang bersedia mendatangkan Neymar harus membayar uang mencapai 200 juta euro. Sementara manajamen Barcelona dilaporkan masih belum mampu menebus harga Neymar. Mereka kabarnya meminta waktu kepada PSG hingga musim depan untuk bisa menebus Neymar.

Manajemen Barca kini tengah dalam upaya untuk mencari dana guna bisa mendatangkan Neymar. Beberapa waktu yang lalu para pemain senior Barcelona dilaporkan mengeluhkan peran Barca yang lambat untuk mengurus kepindahan Neymar. Pemain senior seperti Lionel Messi bahkan dikatakan murka karena klub tidak kunjung berhasil mendatangkan pemain berusia 28 tahun padahal sang pemain sudah mengisyaratkan akan kembali ke Barcelona.

David De Gea Belum Tanda Tangan Kontrak Baru, Sinyal ke Juventus?

Apriliacalcio.com – Manchester United nampaknya mulai was-was dengan situasi kontrak David De Gea. Sebab kiper timnas Spanyol itu dikabarkan tidak akan menambah masa baktinya di Old Trafford pada musim ini. Beberapa sumber yang dekat dengan sang kiper mengatakan jika saat ini De Gea dan juga agennya masih tidak terlalu yakin dengan apa yang dilakukan oleh manajemen MU untuk bisa menjadi klub terbaik pemenang banyak trofi.

David De Gea tingga menyisahkan kontrak selama kurang dari satu tahun lagi, ia akan kehabisan kontrak pada Juni 2020 mendatang. Dan hingga kini sang kiper masih belum menunjukan gelagat akan bertahan bersama MU pada musim depan.

Manajemen Manchester United sendiri sudah memberikan tawaran perpanjangan kontrak untuk De Gea, mereka telah memberikan gaji mencapai 350 ribu poundsterling per pekan. Namun kabarnya beberapa orang terdekat De Gea mencoba menyakini sang stoper untuk keluar dari MU dan mencari petualangan baru bersama klub lain.

Bahkan seperti yang diungkapkan oleh The Mirror jika para pemain timnas Spanyol yang dekat dengan David De Gea seperti Sergio Ramos meminta pemain berusia 28 tahun tersebut untuk tidak memperpanjang kontraknya di MU. Sebab ia harus pergi untuk mencari petualangan baru apalagi sang kiper belum pernah merasakan trofi bergengsi seperti Liga Champions mengingat manajemen MU yang tidak serius untuk membenahkan Setan Merah.

Sebenarnya niatan MU untuk memberikan De Gea perpanjangan kontrak sudah dimulai pada musim lalu. Sayang sang kiper sampai saat ini masih enggan untuk memperpanjang kontrak di Old Trafford. Kini dalam laporan tersebut mengatakan jika Real Madrid dan Juventus menjadi kandidat terkuat untuk mendapatkan Service dari De Gea.

Juventus mungkin menjadi kandidat terkuat untuk menjadi pelabuhan De Gea. Sebab klub berjuluk sih Nyonya Tua itu memang begitu serius untuk memburu trofi Liga Champions Eropa. Apalagi Juve juga kini diperkuat oleh Cristiano Ronaldo yang memiliiki agen yang sama dengan De Gea yakni Jorge Mendes.

Rashford Diragukan Bisa Jadi Seperti Ronaldo

Apriliacalcio.com – Penyerang Marcus Rashford sempai dinilai bisa menjadi penyerang yang sukses bersama MU. Dirinya pun dinilai bisa menjadi seperti Cristiano Ronaldo yang pernah sukses di Old Trafford. Namun berbeda dengan pendapat mantan assisten Sir Alex Ferguson yaitu Rene Meulensteen, dia pesimis jika pemain asli akdemi klub tersebut bisa mengikuti jejak Cristino Ronaldo dimasa depan.

Sosok Cristiano Ronaldo bisa dibilang sebagai salah satu pemain sepak bola terbaik dunia saat ini. Ia bersanding dengan Lionel Messi yang sama-sama menorehkan raihan 5 Ballon D’or. Sebelum sesukses sekarang Ronaldo sempat menempa ilmu di Manchester United. Dia bermain selama 6 musim di Old Trafford, dan berkembang menjadi pemain sayap yang mematikan dengan raihan 116 gol untuk Setan Merah.

Kesuksesannya tersebut pun mengantarkannya bermain untuk Real Madrid dan sekarang di Juventus. Dengan usia Ronaldo yang sudah memasuki 34 tahun membuat banyak pemain muda yang digadang-gadang bisa mengikuti jejak Ronaldo bahkan melampaui rekornya. Salah satu pemain muda yang menjadi pemain yang diprediksi bisa mengikuti jejak kegemilangan Ronaldo adalah Marcus Rashford. Namun Rene Meulensteen yang pernah bekerja sama dengan Ronaldo di MU pun merasa hal tersebut sulit melihat Ronaldo adalah pemain yang begitu langka.

”Saya pikir Cristiano terlahir sebagai pemain sepak bola yang akan menjadi sukses. Dia sempurna dalam segala hal, dan kepercayaan diri beserta mentalitasnya luar biasa. Dia bisa menjadi pemain yang membimbing banyak orang untuk memiliki tujuan yang sama yaitu sebagai pemenang. Dia adalah pemain yang begitu sulit untuk dicari dalam sepuluh tahun atau dua puluh tahun terakhir. Apakah untuk 10 tahun kedepan akan ada pemain seperti dirinya itu sulit.” ujar Meulensteen.

”Marcus Rashford adalah pemain muda yang memiliki talenta tetapi kualitas dan level bermain masih belum bisa menyamai Ronaldo ketika masih di Manchester.”

Juventus Coba Datangkan Ivan Rakitic Pada Januaryi 2020 Mendatang

Apriliacalcio.com – Raksasa Serie A yaitu Juventus dilaporkan sudah sangat optimis bisa mendapatkan service dari gelandang milik Barcelona yakni Ivan Rakitic. Klub berjuluk I Biancconeri itu dikabarkan sudah mencoba mendekati agen sang pemain dan akan mencoba mendatangkannya pada bursa transfer Januari 2020 mendatang.

Rumor kepergian Ivan Rakitic dari Barcelona memang sedang mencuat sejak bursa transfer dibuka. Pemain timnas Kroasia itu dikabarkan akan dijual oleh manajemen Bluagrana guna bisa merampingkan skuat. Apalagi dengan kedatangan Frankie De Jong dengan harga mahal membuat peluang Rakitic untuk menjadi pemain utama di Barcelona juga kian menipis.

Ivan Rakitic sendiri dikabarkan sudah siap untuk angkat kaki dari Barca, namun masih belum ada klub yang serius meminatinya karena terlilit keuangan yang kurang baik. PSG dan Juventus pada musim ini sudah menggelontarkan dana yang cukup banyak untuk mendatangkan pemain baru. Nama PSG sendiri memang sempat masuk dalam daftar klub yang berpotensi diperkuat Rakitic karena Barca berniat untuk menukarkan Rakitic dengan Neymar. Tetapi PSG kabarnya lebih memilih untuk mempertahankan Neymar dari pada mendatangkan Rakitic.

Tersisa nama Juventus yang menjadi kandidat klub terkuat untuk diperkuat oleh Ivan Rakitic dimasa depan. Juve memang sedang dalam perombakan skuat besar-besaran. Semenjak kedatangan Maurizio Sarri banyak pemain Juve yang terancam didepak. Apalagi mereka sudah dipastikan akan menyingkirkan Emre Can dari skuat utama.

Maurizio Sarri dilaporkan sudah sangat tertarik untuk memakai jasa dari Rakitic. Ia meminta manajemen Juventus untuk bisa mendatangkannya pada bursa transfer musim panas kemarin. Tetapi sayang Juve yang masih belum melepas beberapa pemain yang tidak masuk skuat utama harus gigit jari karena banyak klub top eropa yang mundur untuk menebus beberapa pemainnya. Sehingga mereka pun mengulur waktu hingga Januari mendatang untuk bisa mendatangkan Rakitic.

Maurizio Sarri Bertengkar Dengan Direktur Olahraga Juventus

Apriliacalcio.com – Juventus dilaporkan sedang dalam situasi perpecahan yang mendalam usai hal itu dikarenakan kasus dari Emre Can yang tiba-tiba tidak dimasukan oleh pelatih Maurizio Sarri dalam skuat utama Juventus untuk berlaga di Liga Champions pada musim 2019-2020.

Nah, Emre Can sendiri sudah mengungkapkan rasa kekecewaanya kepada media di Turin. Dia merasa apa yang ia dapatkan tidak adil karena dia baru bergabung pada musim lalu dengan Juve. Kedatangan Maurzio Sarri lah yang membuat pemain berusia 26 tahun itu harus meninggalkan klub.

Emre Can mengatakan jika sebelum tidak dimasukan namanya ke Liga Champions. Ia sudah berbicara kepada manajemen Juventus dan mereka menegaskan jika Can akan menjadi bagian penting dari Juventus di ajang Liga Champions musim ini. Namun pernyataan itu tidak konsisten dengan apa yang Sarri kedatangkan kepada Emre Can. Ya, Maruzio Sarri menelepon Emre Can dan berbicara kepadanya jika ia tidak akan masuk dalam rencana Juventus di ajang Liga Champions musim panas ini.

Can dan agennya pun langsung melabrak para petinggi Juventus yang sudah berjanji jika ia akan bermain di ajang Liga Champions dan masuk dalam rencana Maurizio Sarri. Menurut laporan yang diberitakan oleh Tuttosport kini Direktur Olahraga Juventus yaitu Fabio Paratici sedang dalam pertengkaran panas dengan Maurizio Sarri.

Maurizio Sarri pun sudah murka dengan sikap Paratici, padahal ia sudah memintanya untuk segera menjual Emre Can pada musim ini karena Juventus dalam skuat yang tidak ideal. Tetapi Paratici justru mempertahankannya dan menjanjikan Can untuk bermain di ajang Liga Champions. Situasi tersebut kabarnya mempengaruhi skuat Juventus termasuk pemain seperti Paulo Dybala, Miralem Pijanic hingga Mario Mandzukic yang memang sempat dikabarkan ingin dijual oleh Juventus pada musim ini.

Van De Beek Dinasehati Untuk Bertahan di Ajax Jika Real Madrid Tidak Jaminkan Jam Bermain

Apriliacalcio.com РLegenda timnas Belanda yaitu Mario Melchiot memberikan wejangan kepada juniornya yaitu Donny  Van De Beek untuk memikirkan serius tawaran dari Real Madrid. Ia merasa jika sang pemain belum saatnya bergabung dengan klubasal Ibu Kota tersebut karena level dan pengalamannya masih belum cukup baik bermain dengan tim sebesar Madrid yang memiliki tekanan besar.

Nama Donny Van De Beek sempat menjadi sorotan usai dirinya tampil begitu luar biasa bersama klub asal Belanda Ajax Amsterdam. Gelandang berusia 22 tahun itu membantu Ajax menjuarai Eridivisi Belanda dan menganghantarkan klubnya menembus babak semfinal Liga Champions Eropa musim lalu.

Penampilannya tersebut mengundang banyak minat klub top eropa yang tertarik dengan jasannya. Salah satunya adalah Real Madrid yang kabarnya sudah menawar sang pemain pada bursa transfer musim panas ini. Namun transfer tersebut urung terlaksana dikarenakan bursa transfer terlalu cepat ditutup sedangkan Ajax masih belum sepakat untuk melepas pemainnya itu. Madrid sendiri kabarnya akan langsung mendatangkan Van De Beek ketika bursa transfer Januari 2020 akan dibuka lagi.

Namun langkah Donny Van De Beek mendapatkan nasehat dari Mario Melchiot yang pernah bermain dengan klub-klub besar eropa dimasa lalu. Ia merasakan jika Van De Beek harus tepat mencari klub yang bisa menjamin jam bermainnya sebab tim sebesar Real Madrid akan mendapatkan persaingan yang ketat antar pemain dan itu bisa menghambat perkembangan potensi dari Van De Beek.

” Real Madrid adalah tim yang begitu besar, tidak banyak pemain yang bisa bertahan lama disana. Jika anda tidak memiliki pengalaman yang bagus sebelumnya anda akan sulit mendapatkan kesempatan disana. Dan jika dia Van De Beek tidak mendapatkan jaminan bermain dalam skuat utama Madrid. Lebih baik dirinya bertahan di Belanda atau pergi ke klub yang bisa mengembangkan potensinya.”

Barcelona Jago Kandang Tapi Lemah di Tandang

Apriliacalcio.com – Barcelona musim ini seperti tidak biasanya mereka menjadi tim yang kurang bisa memenangi pertandingan ketika harus bertadang ke markas lawan. Sangat berbeda dari musim-musim dahulu dimana mereka tim yang begitu disegani dipentas eropa. Musim ini saja mereka sudah mendapatkan hasil yang kurang bagus dimana mereka mencoba bertandang ke markas lawan.

Meski sempat menang melawan Real Betis di Cam Nou. Tetapi melawan Atletic Bilbao mereka harus takluk sebagai tim tamu. Sementara melawan Osasuna kemarin mereka juga harus bersusah payah untuk bisa mendapatkan hasil imbang.

Apalagi skuat asuhan Ernesto Valverde kerap kesusahan jika berjumpa lawan yang bermain dengan serangan balik mematikan. Mereka sangat kerepotan terutama di area lini belakang. Gerard Pique sebagai bek senior Barca juga beberapa kali harus kedapatan melakukan blunder terhadap klub dan membuat mereka harus kehilangan poin.

Bahkan ketika Barca bermain melawan Osasuna, mereka harus terlebih dahulu ketertinggalan dua gol dibabak pertama, sebelum Ansu dan juga Arthur Melo berhasil mengamakan kedudukan di babak kedua. Dari penampilan tersebut terlihat jika Barca sering kalap ketika mendapatkan tekanan dari lawan-lawannya.

Seperti yang dilansir oleh Marca, jika para pemain Barcelona kerap kehilangan kosentrasi bermain pada babak kedua. Apalagi dengan ketidak hadiran pemain seperti Lionel Messi, Luis Suarez membuat para skuat Blaugrana mudah ditekan.

Dengan beberapa laga tandang yang kurang memuaskan banyak anggapan jika Barcelona adalah tim yang jago kandang. Namun lemah ketika bertandang ke markas lawan. Salah satu laga yang menjadi bukti nyata Barcelona tidak bermain baik markas lawan ketika mendapatkan tekanan di markas Liverpool di Anfield. Kala itu mereka membawa keunggulan 3-0 di Liga Champions usai menang telak di Cam Nou. Justru ketika bertandang ke Anfield para pemain Barcelona mendapatkan tekanan sehingga membuat begitu banyak kesalahan.

 

Pelatih Barca Kecewa Dengan Hasil Pertandingan Melawan Osasuna

Apriliacalcio.com – Pelatih Barcelona harus kembali gigi jari usai timnya kembali harus mendapatkan hasil imbang untuk kompetisi La Liga Jornada ke-3. Barca kembali mendapatkan hasil imbang usai ditahan Osasuna dengan skor 2-2 pada Sabtu, 31 Agustus 2019 kemarin.

Pada pertandingan tersebut Antoine Griezmann harus bersusah payah untuk menyamakan kedudukan. Mereka sempat mendapatkan gol cepat yang ditunjukan tim tuan rumah dimana Roberto Torres Morales berhasil menjebol gawang Marc Andres Tersteigen.

Namun Barca sendiri langsung menyamakan kedudukan dari gol yang diciptakan oleh pemain muda mereka Ansu Fati. Barca juga sempat unggul tidak lama kemudian dengan gol yang dilesatkan oleh gelandang mereka Arthur Melo Bacelona pun unggul 1-2.

Sayang nasib sial kembali menghampiri Barcelona lagi setelah bek mereka Gerard Pique justru kedapatan melakukan handsball di area kotak penalti. Sehingga membuat wasit memberikan hadiah penalti kepada Osasuna. Nah, Roberto Torres Morales pun menjadi eksekutor menaklukan kiper Marc Andre Tersteigen hingga pertandingan berakhir skor 2-2 untuk Barcelona dan Osasuna.

Bahkan dalam tiga pertandingan yang sudah dijalani oleh Barcelona pada musim ini, Barcelona hanya berhasil memenangkan satu pertandingan itu pun melawan tim sekelas Real Betis. Sementara pada tiga pekan yang lalu mereka juga harus takluk dikandang Atletic Bilbao.

Ernesto Valverde sendiri menerangkan kegagalan timnya yang tidak mampu berhasil memanfaatkan begitu banyak peluang untuk mengkovensikannya menjadi gol. Hal itu membuat sang pelatih begitu kecewa.

”Pada babak pertama tidak bermain bagus, dan ketertinggalan gol cepat mereka. Tetapi kami berhasil meresponya dengan dua gol, kami sudah menekan dan menciptakan peluang yang begitu banyak. Tapi sekali lagi para pemain tidak bisa memanfaatkannya dengan baik. Mereka berhasil bangkit di babak kedua dan penalti itu membuat kami mendapatkan hasil yang kurang baik lagi.” ujar Valverde.