Belajar Jujur Pada Diri Sendiri Dan Terbuka Pada Diri Sendiri

Belajar Jujur Pada Diri Sendiri Dan Terbuka Pada Diri Sendiri

Pernahkah anda merasa tidak mampu akan sesuatu? Sehingga anda memilih untuk berdiam diri atau lari dari msalah tersebut. Menghindari masalah tersebut, karena anda terlalu takut untuk speak up. Terlalu takut mengutarakan perasaan salah, kesalahan yang pernah dilakukan. Sehingga anda menyimpannya sendiri dan membiarkan hal itu terus di pikiran anda. Sehingga rasanya ada sebuah beban yang anda pikul sendiri. Ada sebuah beban yang anda rasanya terus bergantung di anda.

Belajar Jujur Pada Diri Sendiri Dan Terbuka Pada Diri Sendiri

Belajarlah melepaskan beban tersebut. Belajar menjadi lebih jujur pada diri anda. Saat kita memiliki kelemahan, kesalahan, dan hal buruk yang kita simpan sendiri sepanjang waktu. Kadang kita butuh jujur dengan diri kita, atau setidaknya ada satu orang yang anda percayai untuk jujur. Orang yang bisa menerima mu, dan kurangmu, dan bisa menenangkanmu. Itu akan jauh lebih baik. Daripada menyimpan seumur hidup kesedihan, kesalahan, atau kekurangan yang ada. Itu hanya akan menyakiti hatimu dan dirimu.

Dan anda hanya akan terperangkap pada kesalahan itu, atau rasa penyesalan. Jika anda ingin menjadi lebih baik, ingin masa depan yang lebih cerah, pelan-pelan lah mencoba membuka diri anda. Membuka pikiran anda dengan segala peluang yang ada. Membuka diri anda dengan segala sudut pandang. Menerima kritikan, menerima komentar. Dan menerima bukan hanya sekedar okey sudah menerima dan malah marah dengan isi komentar atau kritikan tersebut.

Belajar untuk diam, tenang, baca dan dengarkan kritikan sampai selesai. Proses semua itu, jika sudah, barulah anda memberikan feedback. Karena banyak orang yang sekarang pintar, berbakat, kreatif, tapi tidak bisa menerima kritikan. Nah sifat ini yang harus diubah.

Sangat disayangkan jika seseorang yang berbakat dan cerdas akan terhenti jalannya karena tidak bisa menerima kritikan. Makanya kuatkan mental anda. Anda bisa hebat, anda bisa sukses, tapi jangan lupa diri, dan jangan sampai menjadi sombong. Jika anda tidak bisa menjadi bijaksana dengan segala talenta yang anda miliki. rasanya tidak seimbang. Jadi imbangi prestasi dan attitude.